Pengertian Sumber Daya Alam – Dalam kehidupan manusia, mereka membutuhkan banyak hal guna mencukupi kehidupan. Salah satu yang menjadi penyumbang terbesar bagi kelangsungan hidup manusia adalah sumber daya alam yang melimpah.
Dengan melimpahnya kekayaan alam, manusia dapat memanfaatkan semua itu untuk menunjang kesejahteraan mereka. Mulai dari mencukupi kebutuhan pokok seperti makan minum, sampai dengan kebutuhan sekunder dan tersier. Penjelasan mengenai pengertian sumber daya alam sendiri akan dibahas lebih jauh sebagai berikut.
Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam terdiri dari
berbagai macam jenis, baik yang hayati maupun non hayati. Terlepas dari
jenisnya, sumber daya alam ini sangatlah bermanfaat bagi keberlangsungan hidup
manusia. Ada banyak kebutuhan manusia yang tercukupi oleh sumber daya alam
tersebut.
Maka dari itu penting kiranya bagi
kita untuk belajar tentang sumber daya alam lebih banyak lagi. Untuk itu,
ulasan berikut ini akan membahas tentang apa pengertian sumber daya alam,
Jenis-jenisnya, manfaatnya bagi manusia dan hal penting lainnya. Jadi, simak
ulasan SDA berikut sampai selesai ya.
Pengertian Sumber Daya Alam Menurut
Beberapa Ahli
Terdapat beberapa tokoh yang
mengemukakan pengertian sumber daya alam. Berikut adalah pengertian dari
beberapa tokoh tersebut:
1. Suryanegara
(1977)
Menurut Suryanegara, sumber daya alam
adalah unsur-unsur yang ada di lingkungan alam, baik secara fisik ataupun
hayati yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam meningkatkan
kesejahteraan hidup.
2. Katili
(1983)
Menurut Katili, sumber daya alam
adalah segala unsur tata lingkungan biofisik, baik yang nyata maupun yang
potensial untuk memenuhi segala kebutuhan manusia.
3. Chapman
(1969)
Selanjutnya menurut Chapman,
pengertian sumber daya alam yaitu hasil penilaian yang dilakukan manusia
terhadap unsur lingkungan hidup yang dibutuhkannya. Di mana ada tiga macam
definisi untuk sumber daya alam, yaitu persediaan total atau total stock, sumber
daya atau resources, serta cadangan atau reserve.
4. Ireland
(1974)
Kemudian menurut Ireland (1974),
pengertian sumber daya alam adalah sebuah keadaan lingkungan alam yang memiliki
nilai guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.
5. Isard
(1972)
Yang terakhir menurut Isard
pengertian sumber daya alam yaitu keadaan lingkungan serta bahan-bahan mentah
yang dipakai manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya serta untuk
mensejahterakan kehidupan.
6. Dr.
Sarintan Erfratani Damanik
Menurut Dr. Sarintan, sumber daya
alam yaitu segala sesuatu yang berasal dari alam dan bisa dimanfaatkan untuk
kebutuhan hidup manusia.
Selain itu pengertian sumber daya alam juga tercantum secara yuridis dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam UU disebutkan, sumber daya alam merupakan unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya hayati dan non hayati. Di mana secara keseluruhan membentuk sebuah kesatuan ekosistem.
Dari berbagai pengertian yang telah
disebutkan, maka dapat disimpulkan bahwa sumber daya alam yakni segala macam
hal yang berasal dari alam yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
hidup manusia dan mensejahterakan kehidupan. Sebagai sebuah ekosistem, maka
sumber daya alam ini wajib untuk dilestarikan. Pemanfaatan dan pengelolaan nya
juga perlu dilakukan dengan baik agar dapat menunjang keberlangsungan hidup
manusia secara optimal. Jadi, penting untuk selalu mengadakan perencanaan,
pelaksanaan, pemanfaatan, dan pengawasan SDA yang terpadu.
Jenis-jenis Sumber Daya Alam
Sumber daya alam atau SDA terdiri
dari beberapa jenis. SDA ini bisa dibedakan berdasarkan sifatnya, lokasinya,
serta pemulihannya. Untuk mengetahui lebih jauh, simak ulasan berikut ini.
1.
Jenis
sumber daya alam berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya ada dua macam
SDA, yaitu SDA fisik dan SDA hayati. Untuk yang fisik, cirinya adalah SDA nya
melimpah, dan bisa digunakan oleh seluruh makhluk hidup. Adapun contoh SDA
fisik adalah air, udara, sinar matahari, dan tanah.
Selanjutnya adalah sumber daya alam
hayati, yang mempunyai ciri-ciri apabila habis digunakan bisa dikembangbiakkan
kembali. Adapun contoh dari SDA hayati ini adalah hewan dan tumbuhan.
2.
Jenis
sumber daya alam berdasarkan lokasinya
Berdasarkan lokasi, ada dua jenis
SDA, yakni SDA terrestrial dan SDA akuatik. SDA terestrial merupakan SDA yang
ada di daratan, seperti hutan, bahan galian, dan tanah. Sementara SDA akuatik
adalah SDA yang berada di lautan, seperti rumput laut, berbagai jenis ikan, dan
juga gelombang laut.
3.
Sumber
daya alam berdasarkan pemulihannya
Berdasarkan pemulihannya, SDA dibagi
menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui atau renewable
resources dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui atau unrenewable
resources. SDA yang dapat diperbarui artinya dapat dikembalikan persediaannya,
dapat diperbarui dengan waktu yang cukup cepat, serta dapat dibudidayakan. SDA
jenis ini terdiri dari SDA hayati dan hewani. Contohnya seperti peternakan,
persawahan, perkebunan, pertanian, dan perikanan.
Adapun sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui artinya persediaannya tidak dapat dipulihkan sama sekali sebab proses terbentuknya di alam jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan umur manusia. Untuk jumlahnya juga cenderung lebih statis. Contohnya yaitu gas bumi, minyak bumi, bahan mineral, dan batu bara.
Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui dan Tidak Dapat Diperbarui
Berdasarkan pemulihannya, sumber daya
alam dapat dibedakan menjadi dua, SDA yang dapat diperbarui dan SDA yang tidak
dapat diperbarui. Berikut adalah contoh-contoh dari kedua SDA tersebut.
1. Contoh dari sumber daya alam yang
dapat diperbarui
SDA jenis ini akan tetap ada selama
penggunaannya tidak dieksploitasi secara berlebihan oleh manusia. Berikut
adalah contohnya:
a.
Air
Air menjadi senyawa yang sangat
dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Air ini bisa didapatkan
dari mana saja, baik sumur, sungai, danau, ataupun laut. Air juga memiliki
banyak sekali kegunaan, seperti minum, masak, mencuci, irigasi, pembangkit
listrik, dan sebagainya. Dalam cabang olahraga, air ini juga memiliki manfaat
yang banyak.
b.
Udara
Contoh kedua adalah udara, yaitu
campuran dari berbagai macam gas yang tidak mempunyai warna dan tidak berbau.
Adapun manfaat udara diantaranya adalah sebagai pembantu penyerbukan bunga,
sumber utama untuk bernafas, jalur penerbangan pesawat, sarana komunikasi
melalui satelit atau antena, dan juga sebagai tenaga penggerak.
c.
Tanah
Contoh selanjutnya adalah tanah, yang
tak kalah bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Tanah merupakan hasil dari
pelapukan ataupun erosi batuan induk yang bercampur dengan bahan-bahan organik.
Adapun manfaat tanah di antaranya adalah sebagai penyedia unsur hara tanaman,
makanan bagi biota tanam, sebagai habitat hidup banyak hewan, dan termasuk
menjadi bahan baku beberapa kerajinan rumah tangga.
d.
Tumbuhan
Tumbuhan yaitu organisme yang hidup
dan masuk ke dalam kategori kerajaan tumbuhan. Untuk mempertahankan hidupnya,
tumbuhan tersebut melakukan fotosintesis yang dilakukan dengan bantuan cahaya
matahari. Tumbuhan yang jumlahnya sangatlah banyak ini juga mengandung berbagai
manfaat bagi kehidupan, seperti untuk bahan masakan, obat-obatan, pewarna
alami, makanan ternak, kerajinan, dan sebagainya.
e.
Matahari
Kemudian ada matahari yang menjadi
SDA yang dapat diperbarui. Menurut California Institute of Technology, matahari
adalah bintang yang tersusun atas gas panas besar berputar, dan bersinar.
Matahari ini hampir sama dengan bintang yang ada di langit malam. Dalam sistem
TataSurya, matahari menjadi pusatnya. Matahari bukanlah massa yang padat serta
tak mempunyai batas yang mudah diidentifikasi. Namun matahari terdiri dari
sebuah lapisan yang hampir seluruhnya diisi hidrogen dan helium.
Berdasarkan sebuah publikasi ilmiah dari National Aeronautics and Space Administration atau NASA, tanpa adanya panas dan cahaya dari matahari, maka bumi akan menjadi bola batu es yang tak mempunyai kehidupan. Matahari memiliki fungsi menggerakkan atmosfer, menghangatkan laut, menghasilkan cuaca, memberikan energi kepada para tumbuhan, yang menjadi penghidupan bumi lewat oksigen yang dikeluarkan.
2. Contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui
SDA yang tidak dapat diperbarui
memiliki jumlah yang terbatas, maka dari itu, penggunaan SDA ini akan lebih
cepat habis. Dan jika penggunaannya dieksploitasi secara berlebihan, maka SDA
ini akan cepat habis. Berikut ini adalah contoh dari sumber daya alam yang
tidak dapat diperbarui:
a.
Emas
Contoh pertama yaitu emas. Dalam
unsur kimia tabel periodik emas memiliki simbol Au atau aurum dengan nomor atom
79. Tak hanya konduktor panas dan listrik yang baik, emas juga kebal terhadap
karat dan korosi. Hal ini karena emas tidak teroksidasi dengan oksigen. Logam
emas ini mudah ditempa karena bersifat lunak. Adapun kekerasan emas ini sekitar
2,5 – 3 skala Mohs. Emas berdasarkan sebuah publikasi disebutkan sebagai
endapan yang disebut lodes, pada batuan yang retak. Emas ini ternyata juga
tersebar di kerak bumi. Sebagian lapisan endapan terbentuk akibat cairan yang
dipanaskan bersirkulasi dengan bebatuan yang mengandung emas. Selama hampir
milyaran tahun, emas ini tersapu ke dalam air. Untuk emas yang berat banyak
mengendap di laut, danau, sungai, dan membentuk plaser. Emas saat ini
dimanfaatkan sebagai bahan perhiasan. Komoditas emas ini mempunyai nilai
ekonomi yang sangat tinggi di masyarakat. Harganya cukup mahal lantaran
produksinya yang membutuhkan banyak biaya serta bahannya yang langka. Jadi harga
emas cenderung terus naik dari tahun ke tahun.
b.
Batubara
Batu bara merupakan campuran dari zat
kimia organik yang memiliki karbon, oksigen, dan hidrogen. Batu bara ini juga
merupakan sebuah endapan senyawa organik karbonan, yang terbentuk secara alami
dari tumbuh – tumbuhan. Karena merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui, Batu bara dimasukkan ke dalam UU No 3 tahun 2020 (perubahan atas UU
No 4 tahun 2009) tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Adapun per 2021,
berdasarkan sebuah siaran pers, cadangan batu bara yang ada di Indonesia
tinggal sekitar 38,84 miliar ton.
Jika dilihat dalam data, Indonesia
membutuhkan produksi batu bara sekitar 600 juta untuk satu tahun. Artinya, sisa
cadangan batu bara yang dimiliki saat ini hanya cukup dipakai untuk 65 tahun ke
depan. Di Indonesia sendiri baru bara lebih banyak digunakan sebagai penbangkit
listrik serta pabrik semen. Namun pada tahun 1993, Indonesia melakukan sebuah
sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan batu bara sebagai bahan bakar
rumah tangga dan industri kecil.
Adapun manfaat dari batu bara di
antaranya adalah sebagai pembangkit tenaga listrik, bahan bakar utama untuk
produksi baja, semen, pabrik kertas, serta industri kimia. Adapun produk
sampingan dari batu bara ini yaitu ada sabun, plastik, pewarna, aspirin, fiber,
dan lain sebagainya.
c.
Minyak
bumi
Minyak bumi telah memberikan manfaat
yang begitu besar bagi kehidupan selama ratusan tahun. Minyak bumi diketahui
berasal dari makhluk hidup yang telah mati kemudian tertutup oleh lapisan tanah
serta bebatuan. Minyak bumi ini adalah campuran molekul karbon serta hidrogen
yang terbentuk dari sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang telah mati. Akibat dari
adanya tekanan dan temperatur bumi, maka terbentuklah tempat cadangan atau
reservoir minyak. Di mana letaknya sangat jauh di bawah permukaan laut. Itulah
mengapa dibutuhkan penelitian geologi guna mengetahui di mana letak minyak bumi
berada.
Adapun reservoir ini terbentuk akibat
adanya bebatuan keras atau disebut batuan sarang (cap rock). Proses
terbentuknya minyak bumi membutuhkan waktu sekitar tiga juta tahun lalu, yaitu
melalui proses hidrokarbon di dalam tanah. Proses tersebut terjadi pada suhu
65-195 derajat celcius dengan kedalaman mencapai 12000 kaki. Maka dari itu,
jika minyak bumi habis, maka tidak dapat diperbarui kembali. Sebab
pembentukannya membutuhkan waktu sampai berjuta-juta tahun.
Manfaat minyak bumi bagi kehidupan di
antaranya adalah sebagai bahan bakar memasak, sumber bahan bakar alat
transportasi, pembuat produk cat, plastik, karet, detergen, dan lain
sebagainya. Kemudian minyak bumi juga menjadi bahan bakar perapian pada industri
PLTU, bahan membuat lilin untuk membatik, melapisi kertas makanan, bahan aspal
jalanan, juga sebagai pelumas kendaraan.
Cara Melestarikan Sumber Daya Alam
Melestarikan alam menjadi hal yang
wajib dilakukan umat manusia. Berbagai contoh SDA yang tidak dapat diperbarui
sangatlah penting bagi kehidupan manusia, sehingga penggunaannya juga perlu
dilestarikan, dan tidak dibenarkan untuk melakukan eksploitasi. Salah satu cara
pelestarian lingkungan alam adalah dengan pembangunan berkelanjutan. Berikut
beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melestarikan alam:
1.
Cara
menjaga kelestarian sumber daya alam hayati
·
menanam
lebih banyak pohon
·
melestarikan
tumbuhan serta hewan-hewan langka
·
merawat
dan menjaga hutan yang mempunyai banyak pohon untuk kehidupan
·
melakukan
tebang pilih dan tidak membakar hutan demi membuka lahan
·
memberikan
makan secara rutin kepada hewan yang diternak
2.
Cara
menjaga kelestarian sumber daya alam non hayati
·
memakai
kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi guna mengurangi polusi udara
·
menghemat
penggunaan air
·
tidak
melakukan eksploitasi terhadap sumber daya tambang (minyak bumi, batu bara,
emas)
·
tidak
mencemari lingkungan dengan membuang limbah ke sungai atau laut
· melakukan penambangan pada tempat yang tepat, yang telah ditentukan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan sesama serta kelestarian alam.






