Wednesday, August 21, 2024

Sumberdaya Alam Serta Cara Melestarikannya

Pengertian Sumber Daya Alam – Dalam kehidupan manusia, mereka membutuhkan banyak hal guna mencukupi kehidupan. Salah satu yang menjadi penyumbang terbesar bagi kelangsungan hidup manusia adalah sumber daya alam yang melimpah.

Dengan melimpahnya kekayaan alam, manusia dapat memanfaatkan semua itu untuk menunjang kesejahteraan mereka. Mulai dari mencukupi kebutuhan pokok seperti makan minum, sampai dengan kebutuhan sekunder dan tersier. Penjelasan mengenai pengertian sumber daya alam sendiri akan dibahas lebih jauh sebagai berikut.

Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam terdiri dari berbagai macam jenis, baik yang hayati maupun non hayati. Terlepas dari jenisnya, sumber daya alam ini sangatlah bermanfaat bagi keberlangsungan hidup manusia. Ada banyak kebutuhan manusia yang tercukupi oleh sumber daya alam tersebut.

Maka dari itu penting kiranya bagi kita untuk belajar tentang sumber daya alam lebih banyak lagi. Untuk itu, ulasan berikut ini akan membahas tentang apa pengertian sumber daya alam, Jenis-jenisnya, manfaatnya bagi manusia dan hal penting lainnya. Jadi, simak ulasan SDA berikut sampai selesai ya.

Pengertian Sumber Daya Alam Menurut Beberapa Ahli

Terdapat beberapa tokoh yang mengemukakan pengertian sumber daya alam. Berikut adalah pengertian dari beberapa tokoh tersebut:

1.      Suryanegara (1977)

Menurut Suryanegara, sumber daya alam adalah unsur-unsur yang ada di lingkungan alam, baik secara fisik ataupun hayati yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam meningkatkan kesejahteraan hidup.

2.      Katili (1983)

Menurut Katili, sumber daya alam adalah segala unsur tata lingkungan biofisik, baik yang nyata maupun yang potensial untuk memenuhi segala kebutuhan manusia.

3.      Chapman (1969)

Selanjutnya menurut Chapman, pengertian sumber daya alam yaitu hasil penilaian yang dilakukan manusia terhadap unsur lingkungan hidup yang dibutuhkannya. Di mana ada tiga macam definisi untuk sumber daya alam, yaitu persediaan total atau total stock, sumber daya atau resources, serta cadangan atau reserve.

4.      Ireland (1974)

Kemudian menurut Ireland (1974), pengertian sumber daya alam adalah sebuah keadaan lingkungan alam yang memiliki nilai guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.

5.      Isard (1972)

Yang terakhir menurut Isard pengertian sumber daya alam yaitu keadaan lingkungan serta bahan-bahan mentah yang dipakai manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya serta untuk mensejahterakan kehidupan.

6.      Dr. Sarintan Erfratani Damanik

Menurut Dr. Sarintan, sumber daya alam yaitu segala sesuatu yang berasal dari alam dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup manusia.

Selain itu pengertian sumber daya alam juga tercantum secara yuridis dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam UU disebutkan, sumber daya alam merupakan unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya hayati dan non hayati. Di mana secara keseluruhan membentuk sebuah kesatuan ekosistem.

Dari berbagai pengertian yang telah disebutkan, maka dapat disimpulkan bahwa sumber daya alam yakni segala macam hal yang berasal dari alam yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan mensejahterakan kehidupan. Sebagai sebuah ekosistem, maka sumber daya alam ini wajib untuk dilestarikan. Pemanfaatan dan pengelolaan nya juga perlu dilakukan dengan baik agar dapat menunjang keberlangsungan hidup manusia secara optimal. Jadi, penting untuk selalu mengadakan perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan pengawasan SDA yang terpadu.

Jenis-jenis Sumber Daya Alam

Sumber daya alam atau SDA terdiri dari beberapa jenis. SDA ini bisa dibedakan berdasarkan sifatnya, lokasinya, serta pemulihannya. Untuk mengetahui lebih jauh, simak ulasan berikut ini.

1.       Jenis sumber daya alam berdasarkan sifatnya

Berdasarkan sifatnya ada dua macam SDA, yaitu SDA fisik dan SDA hayati. Untuk yang fisik, cirinya adalah SDA nya melimpah, dan bisa digunakan oleh seluruh makhluk hidup. Adapun contoh SDA fisik adalah air, udara, sinar matahari, dan tanah.

Selanjutnya adalah sumber daya alam hayati, yang mempunyai ciri-ciri apabila habis digunakan bisa dikembangbiakkan kembali. Adapun contoh dari SDA hayati ini adalah hewan dan tumbuhan.

2.       Jenis sumber daya alam berdasarkan lokasinya

Berdasarkan lokasi, ada dua jenis SDA, yakni SDA terrestrial dan SDA akuatik. SDA terestrial merupakan SDA yang ada di daratan, seperti hutan, bahan galian, dan tanah. Sementara SDA akuatik adalah SDA yang berada di lautan, seperti rumput laut, berbagai jenis ikan, dan juga gelombang laut.

3.       Sumber daya alam berdasarkan pemulihannya

Berdasarkan pemulihannya, SDA dibagi menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui atau renewable resources dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui atau unrenewable resources. SDA yang dapat diperbarui artinya dapat dikembalikan persediaannya, dapat diperbarui dengan waktu yang cukup cepat, serta dapat dibudidayakan. SDA jenis ini terdiri dari SDA hayati dan hewani. Contohnya seperti peternakan, persawahan, perkebunan, pertanian, dan perikanan.

Adapun sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui artinya persediaannya tidak dapat dipulihkan sama sekali sebab proses terbentuknya di alam jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan umur manusia. Untuk jumlahnya juga cenderung lebih statis. Contohnya yaitu gas bumi, minyak bumi, bahan mineral, dan batu bara.

Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui dan Tidak Dapat Diperbarui

Berdasarkan pemulihannya, sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua, SDA yang dapat diperbarui dan SDA yang tidak dapat diperbarui. Berikut adalah contoh-contoh dari kedua SDA tersebut.

1. Contoh dari sumber daya alam yang dapat diperbarui

SDA jenis ini akan tetap ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi secara berlebihan oleh manusia. Berikut adalah contohnya:

a.       Air

Air menjadi senyawa yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Air ini bisa didapatkan dari mana saja, baik sumur, sungai, danau, ataupun laut. Air juga memiliki banyak sekali kegunaan, seperti minum, masak, mencuci, irigasi, pembangkit listrik, dan sebagainya. Dalam cabang olahraga, air ini juga memiliki manfaat yang banyak.

b.      Udara

Contoh kedua adalah udara, yaitu campuran dari berbagai macam gas yang tidak mempunyai warna dan tidak berbau. Adapun manfaat udara diantaranya adalah sebagai pembantu penyerbukan bunga, sumber utama untuk bernafas, jalur penerbangan pesawat, sarana komunikasi melalui satelit atau antena, dan juga sebagai tenaga penggerak.

c.       Tanah

Contoh selanjutnya adalah tanah, yang tak kalah bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Tanah merupakan hasil dari pelapukan ataupun erosi batuan induk yang bercampur dengan bahan-bahan organik. Adapun manfaat tanah di antaranya adalah sebagai penyedia unsur hara tanaman, makanan bagi biota tanam, sebagai habitat hidup banyak hewan, dan termasuk menjadi bahan baku beberapa kerajinan rumah tangga.

d.      Tumbuhan

Tumbuhan yaitu organisme yang hidup dan masuk ke dalam kategori kerajaan tumbuhan. Untuk mempertahankan hidupnya, tumbuhan tersebut melakukan fotosintesis yang dilakukan dengan bantuan cahaya matahari. Tumbuhan yang jumlahnya sangatlah banyak ini juga mengandung berbagai manfaat bagi kehidupan, seperti untuk bahan masakan, obat-obatan, pewarna alami, makanan ternak, kerajinan, dan sebagainya.

e.       Matahari

Kemudian ada matahari yang menjadi SDA yang dapat diperbarui. Menurut California Institute of Technology, matahari adalah bintang yang tersusun atas gas panas besar berputar, dan bersinar. Matahari ini hampir sama dengan bintang yang ada di langit malam. Dalam sistem TataSurya, matahari menjadi pusatnya. Matahari bukanlah massa yang padat serta tak mempunyai batas yang mudah diidentifikasi. Namun matahari terdiri dari sebuah lapisan yang hampir seluruhnya diisi hidrogen dan helium.

Berdasarkan sebuah publikasi ilmiah dari National Aeronautics and Space Administration atau NASA, tanpa adanya panas dan cahaya dari matahari, maka bumi akan menjadi bola batu es yang tak mempunyai kehidupan. Matahari memiliki fungsi menggerakkan atmosfer, menghangatkan laut, menghasilkan cuaca, memberikan energi kepada para tumbuhan, yang menjadi penghidupan bumi lewat oksigen yang dikeluarkan.

2. Contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui

SDA yang tidak dapat diperbarui memiliki jumlah yang terbatas, maka dari itu, penggunaan SDA ini akan lebih cepat habis. Dan jika penggunaannya dieksploitasi secara berlebihan, maka SDA ini akan cepat habis. Berikut ini adalah contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui:

a.       Emas

Contoh pertama yaitu emas. Dalam unsur kimia tabel periodik emas memiliki simbol Au atau aurum dengan nomor atom 79. Tak hanya konduktor panas dan listrik yang baik, emas juga kebal terhadap karat dan korosi. Hal ini karena emas tidak teroksidasi dengan oksigen. Logam emas ini mudah ditempa karena bersifat lunak. Adapun kekerasan emas ini sekitar 2,5 – 3 skala Mohs. Emas berdasarkan sebuah publikasi disebutkan sebagai endapan yang disebut lodes, pada batuan yang retak. Emas ini ternyata juga tersebar di kerak bumi. Sebagian lapisan endapan terbentuk akibat cairan yang dipanaskan bersirkulasi dengan bebatuan yang mengandung emas. Selama hampir milyaran tahun, emas ini tersapu ke dalam air. Untuk emas yang berat banyak mengendap di laut, danau, sungai, dan membentuk plaser. Emas saat ini dimanfaatkan sebagai bahan perhiasan. Komoditas emas ini mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi di masyarakat. Harganya cukup mahal lantaran produksinya yang membutuhkan banyak biaya serta bahannya yang langka. Jadi harga emas cenderung terus naik dari tahun ke tahun.

b.      Batubara

Batu bara merupakan campuran dari zat kimia organik yang memiliki karbon, oksigen, dan hidrogen. Batu bara ini juga merupakan sebuah endapan senyawa organik karbonan, yang terbentuk secara alami dari tumbuh – tumbuhan. Karena merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, Batu bara dimasukkan ke dalam UU No 3 tahun 2020 (perubahan atas UU No 4 tahun 2009) tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Adapun per 2021, berdasarkan sebuah siaran pers, cadangan batu bara yang ada di Indonesia tinggal sekitar 38,84 miliar ton.

Jika dilihat dalam data, Indonesia membutuhkan produksi batu bara sekitar 600 juta untuk satu tahun. Artinya, sisa cadangan batu bara yang dimiliki saat ini hanya cukup dipakai untuk 65 tahun ke depan. Di Indonesia sendiri baru bara lebih banyak digunakan sebagai penbangkit listrik serta pabrik semen. Namun pada tahun 1993, Indonesia melakukan sebuah sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan batu bara sebagai bahan bakar rumah tangga dan industri kecil.

Adapun manfaat dari batu bara di antaranya adalah sebagai pembangkit tenaga listrik, bahan bakar utama untuk produksi baja, semen, pabrik kertas, serta industri kimia. Adapun produk sampingan dari batu bara ini yaitu ada sabun, plastik, pewarna, aspirin, fiber, dan lain sebagainya.

c.       Minyak bumi

Minyak bumi telah memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan selama ratusan tahun. Minyak bumi diketahui berasal dari makhluk hidup yang telah mati kemudian tertutup oleh lapisan tanah serta bebatuan. Minyak bumi ini adalah campuran molekul karbon serta hidrogen yang terbentuk dari sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang telah mati. Akibat dari adanya tekanan dan temperatur bumi, maka terbentuklah tempat cadangan atau reservoir minyak. Di mana letaknya sangat jauh di bawah permukaan laut. Itulah mengapa dibutuhkan penelitian geologi guna mengetahui di mana letak minyak bumi berada.

Adapun reservoir ini terbentuk akibat adanya bebatuan keras atau disebut batuan sarang (cap rock). Proses terbentuknya minyak bumi membutuhkan waktu sekitar tiga juta tahun lalu, yaitu melalui proses hidrokarbon di dalam tanah. Proses tersebut terjadi pada suhu 65-195 derajat celcius dengan kedalaman mencapai 12000 kaki. Maka dari itu, jika minyak bumi habis, maka tidak dapat diperbarui kembali. Sebab pembentukannya membutuhkan waktu sampai berjuta-juta tahun.

Manfaat minyak bumi bagi kehidupan di antaranya adalah sebagai bahan bakar memasak, sumber bahan bakar alat transportasi, pembuat produk cat, plastik, karet, detergen, dan lain sebagainya. Kemudian minyak bumi juga menjadi bahan bakar perapian pada industri PLTU, bahan membuat lilin untuk membatik, melapisi kertas makanan, bahan aspal jalanan, juga sebagai pelumas kendaraan.

Cara Melestarikan Sumber Daya Alam

Melestarikan alam menjadi hal yang wajib dilakukan umat manusia. Berbagai contoh SDA yang tidak dapat diperbarui sangatlah penting bagi kehidupan manusia, sehingga penggunaannya juga perlu dilestarikan, dan tidak dibenarkan untuk melakukan eksploitasi. Salah satu cara pelestarian lingkungan alam adalah dengan pembangunan berkelanjutan. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melestarikan alam:

1.       Cara menjaga kelestarian sumber daya alam hayati

·         menanam lebih banyak pohon

·         melestarikan tumbuhan serta hewan-hewan langka

·         merawat dan menjaga hutan yang mempunyai banyak pohon untuk kehidupan

·         melakukan tebang pilih dan tidak membakar hutan demi membuka lahan

·         memberikan makan secara rutin kepada hewan yang diternak

2.       Cara menjaga kelestarian sumber daya alam non hayati

·         memakai kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi guna mengurangi polusi udara

·         menghemat penggunaan air

·         tidak melakukan eksploitasi terhadap sumber daya tambang (minyak bumi, batu bara, emas)

·         tidak mencemari lingkungan dengan membuang limbah ke sungai atau laut

·         melakukan penambangan pada tempat yang tepat, yang telah ditentukan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan sesama serta kelestarian alam.

Wednesday, August 14, 2024

Berbagi Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

 Budaya Positif di Kampus Cor Jesu Malang Unit SMP Katolik Cor Jesu

Dalam dunia pendidikan, kadang kita sebagai guru seolah-olah sudah melakukan semua itu anggapannya benar dengan tujuan untuk menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan. Budaya Positif dalam ekosistem sekolah tentu tidak terlepas dari nilai-nilai kebajikan universal. Nilai-nilai kebajikan yang di yakini di sekolah sebagai pembentukan karakter adalah dalam “Profil Pelajar Pancasila” dan untuk sekolah di naungan Pendidikan Ursulin terdapat 6 nilai. Salah satu cara mengupayakan terwujudnya nilai-nilai “Profil Pelajar Pancasila” adalah dengan Disiplin Positif.

Apa Disiplin positif itu?

Dalam budaya kita, makna kata ‘disiplin’ dimaknai menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kita cenderung menghubungkan kata ‘disiplin’ dengan ketidaknyamanan. Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa: “dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ‘self discipline’ yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka. (Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470).

Pemikiran Ki Hajar Dewantara ini sejalan dengan pemikiran Diane Gossen dalam bukunya Restructuring School Discipline, 2001 yang menyatakan bahwa arti kata disiplin adalah ‘belajar’. Disiplin diri dapat membuat sesorang menggali potensinya menuju kepada sebuah tujuan mulia, sesuatu yang dihargai dan bermakna.

Dengan kata lain, seseorang yang memiliki disiplin diri berarti mereka bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya karena mereka mendasarkan tindakan mereka pada nilai-nilai kebajikan universal. Dalam hal ini Ki Hajar Dewantara menyatakan; “...pertanggungjawaban atau verantwoordelijkheld itulah selalu menjadi sisihannya hak atau kewajiban dari seseorang yang pegang kekuasaan atau pimpinan dalam umumnya. Adapun artinya tidak lain ialah orang tadi harus mempertanggungjawabkan dirinya serta tertibnya laku diri dari segala hak dan kewajibannya. (Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 469).

Pentingnya disiplin diri untuk menumbuhkan nilai-nilai dalam ekosistem sekolah, mendorong saya untuk berbagi pemahaman terkait konsep budaya positif di sekolah. Dengan berbekal materi dalam Modul 1.4 Budaya Positif Pendidikan Guru Penggerak, maka kegiatan Diseminasi dilaksanakan dengan tatap muka pada Jumat, 9 Agustus 2024. Dalam Diseminasi tersebut saya juga menampilkan praktik Segitiga Restitusi, sehingga terdapat pemahaman dan yang seharusnya kita sebagai guru mestinya berada pada Posisi Kontrol Guru di Manajer.

Sehingga dari apa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara dan Diane Gossen, maka tugas kita sebagai pendidik adalah menuntun murid-murid memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku mengacu pada nilai-nilai kebajikan dan memiliki motivasi intrinsik atau motivasi dari dalam diri murid itu sendiri.

Malang, 14 Agustus 2024

Link Diseminasi Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

Link Praktik Segitiga Restitusi

Link Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

Bahan Tayang Diseminasi Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

Bahan Tayang Diseminasi Budaya Positif Modul 1.4

Laman PMM Bukti Karya

Laman PMM Bukti Karya Berbagi

Theopilus Budiutama, S.Pd._CGP Rekognisi_11